Eksistensi Qanun Syariat Islam Aceh dalam Sistem Hukum Indonesia: Tinjauan Hukum Tata Negara Islam dan UUD 1945
Kata Kunci:
Aceh, Qanun Syariat Islam, Hukum Tata Negara Islam, UUD 1945, KonstitusiAbstrak
Penelitian ini mengkaji eksistensi Qanun Syariat Islam Aceh dalam sistem hukum nasional Indonesia melalui pendekatan hukum tata negara Islam dan analisis terhadap konstitusi UUD 1945. Masalah utama yang dibahas adalah bagaimana posisi legal-formal qanun dalam hierarki norma hukum nasional serta sejauh mana penerapannya sejalan dengan prinsip-prinsip konstitusional, khususnya terkait hak asasi manusia dan asas equality before the law. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan normatif-empiris. Data dikumpulkan melalui studi pustaka, wawancara mendalam, observasi lapangan, serta analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa qanun memiliki legitimasi konstitusional sebagai produk otonomi khusus Aceh dan didukung oleh sebagian besar masyarakat sebagai ekspresi nilai-nilai syariat lokal. Namun demikian, ditemukan pula tantangan serius, seperti resistensi dari kelompok minoritas, ketidaksesuaian dengan prinsip HAM, serta lemahnya pengawasan substansial dari Mahkamah Agung. Kesimpulan dari studi ini menegaskan bahwa eksistensi qanun merupakan bentuk kompromi normatif antara hukum agama dan hukum negara dalam negara demokrasi pluralistik. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan diskursus pluralisme hukum serta integrasi hukum Islam ke dalam sistem konstitusional Indonesia. Implikasi praktisnya antara lain perlunya reformulasi qanun berdasarkan prinsip maqāṣid al-sharīʿah dan perlindungan konstitusional, serta penguatan mekanisme pengujian substantif terhadap qanun agar sesuai dengan nilai-nilai demokrasi dan keadilan sosial.
Unduhan
Referensi
Aini, Q. (2022). Sistem Penyusunan dan Penerapan Qanun pada Masa Sultan Sulaiman Al Qanuni dan Pemerintahan Otonomi Aceh. Tanfidziy: Jurnal Hukum Tata Negara Dan Siyasah, 1(1), 59–78. https://doi.org/10.47766/TANFIDZIY.V1I1.904
Azhar, T. (2025). Efektivitas Uqubat Cambuk Terpidana Non Muslim di Provinsi Aceh Perspektif Maqᾱṣid Al-syarī’ah [Disertasi Doktor, Tidak Dipublikasikan] [Universitas Islam Indonesia]. https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/57802
Azzahra, S. P., Hasibuan, N. H. K., Fajrin, A. P., Maghfirah, N., & Rizqillah, L. (2025). Tinjauan Hukum Islam terhadap Penerapan Qanun Jinayat Sebagai Instrumen Pencegahan Kriminalitas di Aceh. Sanskara Hukum Dan HAM, 4(01), 206–212. https://doi.org/10.58812/shh.v4i01.572
Ilyas, S., Fatahillah, Z., & Zulfan, M. (2024). IMPLEMENTASI HUKUM KELUARGA ISLAM DI ACEH BESAR DALAM MERESPON PERUBAHAN SOSIAL. AR-RA’YU : Jurnal Hukum Keluarga Islam, 2(2), 1–14. https://doi.org/10.55721/M5GABT81
Lagus, W., Asasriwarni, & Zulfan. (2024). Sharia Legal Framework: A Comparative Analysis of Religious Courts in Brunei Darussalam and Indonesia. Reformasi Hukum, 28(3), 266–280. https://doi.org/10.46257/jrh.v28i3.1073
Munajat, M. (2025). Dinamika Penegakan Hukum Jinayat di Aceh: Harmonisasi antara Kearifan Lokal, Syariat Islam, dan Hak Asasi Manusia. IN RIGHT: Jurnal Agama Dan Hak Azazi Manusia, 14(1), 85–109. https://doi.org/10.14421/inright.v14i1.4059
Muzainah, G., & Mansyuroh, F. A. (2022). The Integration of Islamic Law and Banjarese Customary Law in the Distribution of Inheritance to the Chinese Muslim Community in Banjarmasin, South Kalimantan. Samarah, 6(2), 678–702. https://doi.org/10.22373/sjhk.v6i2.12386
Nasir, M., & Badri, A. (2022). Ijtihad dan Perkembangan Hukum Islam di Aceh. Politica: Jurnal Hukum Tata Negara Dan Politik Islam, 9(1), 41–51. https://doi.org/10.32505/politica.v9i1.3924
Nasution, M. S. (2025). Implementasi Qanun Aceh Nomor 1 Tahun 2024 Tentang Perubahan Atas Qanun Aceh Nomor 7 Tahun 2014 Tentang Ketenagakerjaan Terhadap Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Di Wilayah Kota Lhokseumawe Yang Diselenggarakan Oleh BPJS Ketenagakerjaan Cab Lhokseumawe [Tes [Universitas Medan Area]. https://repositori.uma.ac.id/handle/123456789/27794
Nisa, P. H., Mahdi, U., & Junaidi. (2024). Efektifitas Qanun Jinayat Dalam Penerapan Syariat Islam Terhadap Perbuatan Khalwat Di Kabupaten Pidie. MEUSAPAT, 3(1), 105–152. https://doi.org/10.47647/MEUSAPAT.V3I1.2538
Nurussa’adah, K. (2024). PENERAPAN SYARIAT ISLAM DI NANGGROE ACEH DARUSSALAM (NAD) DALAM SISTEM HUKUM NASIONAL INDONESIA. Lex Mercatoria, 1(1), 61–72. https://doi.org/10.31851/LEXMERCATORIA.V1I1.17117
Parawati, E. D., & Muhaimin. (2025). Analisis Dampak dan Kontroversi Penerapan Perda Syariat di Indonesia: Studi Kasus Aceh. Jurnal Studi Pesantren, 5(1), 106–118. https://doi.org/10.35897/studipesantren.v5i1.1561
Rahman, A. (2020). SISTEM PEMERINTAHAN BERBASIS SYARIAT ISLAM DI INDONESIA (STUDI KASUS PENERAPAN QANUN JINAYAT DI PEMERINTAH PROVINSI ACEH). KAIS Kajian Ilmu Sosial, 1(2), 91–106. https://doi.org/10.24853/kais.1.2.91-106
Rahmawati, Y. P., Khosim, A., & Najmudin, D. (2025). Penerapan Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Hukum Jinayat Terhadap Pelaku Minum Khamr Perspektif Hukum Pidana Islam. Maqasid: Jurnal Studi Hukum Islam, 14(2), 129–140. https://doi.org/10.30651/MQS.V14I2.27088
Rimapradesi, Y., Azizah, M. N., & Azzahara, E. I. (2024). Analisis Perbandingan Sistem Hukum Syariah Malaysia dan Bruneidarussalam Dalam Implementasi Sharia Penal Code (Hukum Pidana Syariah). Dialektika Publik, 4(2), 1–8. https://doi.org/10.33884/DIALEKTIKAPUBLIK.V8I1.8135
Saifuddin, & Hofifah. (2023). PERBEDAAN QANUN ACEH DAN PERATURAN DAERAH SYARI’AH DI INDONESIA. Jurnal Multidisiplin, 01(02), 408–422. http://e-journal.naureendigition.com/index.php/jam/article/view/362
Sarong, H., Abbas, S., & Mahdi, M. (2021). Kewenangan Mahkamah Syar’iyah dalam Wilayah Otonomi Aceh. Syarah: Jurnal Hukum Islam & Ekonomi, 10(1), 37–77. https://doi.org/10.47766/syarah.v10i1.220
Susantri, Y., & Hidayat, R. (2020). Perda, Qanun, dan Perdasi Dalam Sistem Hukum Nasional. Syiah Kuala Law Journal, 4(1), 33–44. https://doi.org/10.24815/sklj.v4i1.16595
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 MUHAMMAD AFDHAL, AL AZIS (Author)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





